JAGA KEHAMILAN DENGAN ASAM FOLAT

hamil-ladyfem  Kehamilan merupakan suatu proses yang dinantikan setiap pasangan yang sudah menikah. Selama proses kehamilan, tentunya berbagai hal sudah dipersiapkan secara matang. Namun pada kenyataanya, seringkali kehamilan berkembang dengan tidak normal dan menimbulkan gangguan kesehatan baik bagi ibu hamil maupun janinnya.

  Gangguan kesehatan pada ibu hamil dapat disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal merupakan gangguan yang terjadi pada janin itu sendiri misalnya karena genetik atau adanya kematian janin dalam kandungan. Faktor eksternal merupakan gangguan karena faktor lingkungan, dapat berupa kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan, lingkungan sosial yang tidak mendukung, pola hidup yang tidak sehat serta fasilitas kesehatan yang tidak memadai.

  Asupan nutrisi yang tidak mendukung saat kehamilan merupakan salah satu faktor pencetus berbagai macam penyakit mulai dari penyakit ringan hingga penyakit berat. Salah satu penyakit berat yang sangat ditakuti adalah Neural Tube Defect (NTD). Menurut WHO pada tahun 2010, kasus NTD merupakan kelainan bawaan dengan jumlah kasus kedua terbanyak didunia setelah jantung kongenital sedangkan menurut hasil Survailans Kelainan Bawaan di Indonesia tahun 2016, menyebutkan bahwa kasus NTD merupakan kasus ketiga terbanyak dari penyakit kelainan bawaan serta penyebab utama kematian janin pada persalinan preterm (usia kehamilan

spina and anen  NTD adalah suatu kelainan kongenital pada otak, tulang belakang atau sumsum tulang belakang akibat kegagalan penutupan lempeng saraf pada minggu ketiga dan keempat masa kehamilan. Spina bifida dan Anencephaly merupakan dua bentuk NTD yang paling sering ditemukan. Pada spina bifida, tulang belakang tidak menutup sepenuhnya sehingga menyebabkan kerusakan saraf sedangkan pada anencephaly, sebagian besar otak dan tengkorak tidak berkembang sehingga pada kebanyakan kasus, bayi yang lahir dengan kondisi anencephaly akan lahir mati atau meninggal setelah kelahiran.

  Kegagalan penutupan lempeng pada spina bifida akan menyebabkan terjadinya kerusakan saraf. Kerusakan saraf tersebut mengakibatkan berbagai dampak pada perkembangan fisik dan psikologi. Dampak fisik dapat berupa adanya deformitas tulang belakang, terjadinya cacat fisik dan beberapa kasus cacat yang timbul berupa cacat permanen, ketidakmampuan pengontrolan usus dan kandung kemih, kelainan pada tulang seperti tulang punggung, pinggul dan kaki, hydrocephalus atau adanya akumulasi cairan di otak, dan dapat berupa kekurangan hormon pertumbuhan yang mengakibatkan perawakan pendek. Dampak psikologi dapat berupa adanya perasaan takut untuk bersosialisasi, emosi yang tidak stabil serta depresi.

  Pada saat ini, kelainan genetik sebagai penyebab utama NTD belum dapat diketahui prosesnya secara pasti. Namun bila dilihat dari faktor lingkungan, kurangnya asupan asam folat pada saat kehamilan dianggap sebagai salah satu faktor utama. Asam folat merupakan salah satu derivat vitamin B yang paling stabil dan dapat larut air. Asam folat terlibat dalam berbagai reaksi penting seperti proses pembentukan sel darah merah (eritropoiesis), sintesis DNA dan RNA serta sintesis asam amino.  Selain itu, dari studi yang telah dilakukan, asupan asam folat yang cukup selama masa kehamilan dapat mencegah dan mengurangi risiko kejadian NTD. Efikasi dari asam folat pada kehamilan dapat dilihat dari cara kerjanya dalam tubuh. Asam folat merupakan suatu prekursor inaktif. Didalam tubuh, asam folat akan diubah menjadi DHF (Dihidro Folate) dan kemudian diubah menjadi THFA (Tetrahidrofolic Acid). THFA yang sudah terbentuk inilah yang akan digunakan untuk transfer atom tunggal karbon. Transfer tunggal atom inilah merupakan proses penting berbagai pembentukan senyawa dalam tubuh.

  Secara umum asam folat tersedia dan dapat diperoleh dari berbagai sumber makanan yang dikonsumsi seperti sayur bayam, brokoli, buncis, pisang, alpukat, pepaya, hati ayam dan lain-lain. Namun pada kondisi tertentu misalnya anemia, kehamilan atau menyusui diperlukan asupan asam folat yang lebih tinggi. Oleh karena itu diperlukan adanya tambahan suplemen yang mengandung asam folat. Pada keadaan normal dosis asam folat yang direkomendasikan yaitu sekitar 400 mcg atau 0.4 mg per hari namun pada kondisi tertentu dosis dapat ditingkatkan hingga 800 mcg atau 0.8 mg per hari. Untuk seorang ibu yang sudah pernah mengalami bayi dengan kasus NTD, diperlukan peningkatan dosis hingga 4000 mcg atau 4 mg per hari.

folda  Oleh karena itu PT SIMEX PHARMACEUTICAL INDONESIA sebagai salah satu perusahaan farmasi di Indonesia memproduksi produk FOLDA yang mengandung asam folat, DHA (Docosahexanoid Acid) dan vitamin B12. Penambahan DHA  dalam FOLDA merupakan kombinasi yang tepat karena DHA merupakan suatu asam lemak tak jenuh rantai panjang golongan omega-3. Asam lemak tak jenuh ini mempunyai peranan penting pada pertumbuhan dan perkembangan saraf, otak, mata dan fungsi kognitif dari janin. Vitamin B 12 merupakan salah satu bentuk vitamin B yang paling stabil. Sama seperti kandungan lainnya, vitamin B 12 berperan dalam pengaturan sistem saraf, kombinasi dengan asam folat sangat penting pada pembentukan sel darah merah, serta berperan dalam sintesis asam nukleat. Selain itu dari beberapa studi menyebutkan bahwa asupan vitamin B12 yang cukup juga dapat membantu mengurangi dan mencegah risiko NTD.

  Sebagai kesimpulan, FOLDA merupakan suplemen yang tepat untuk ibu hamil karena mengandung kombinasi asam folat, DHA dan vitamin B12 yang sangat diperlukan bagi ibu hamil serta adanya asam folat dengan dosis sesuai standar diharapkan mampu untuk mencegah dan mengurangi angka kejadian NTD (Neural Tube Defect).

Referensi:

  1. Collins J.S., Kirby R.S., et al. 2006. Survival of Infants With Neural Tube Defects in the Presence of Folic Acid Fortification. American Academy of Pediatric; Vol. 117 (3):803-815.
  2. Greene N.D., et al. 2014. Neural Tube Defects. New life Birth Defects Research Center; 37: 221-242.
  3. Source: Morse N. 2012. Benefits of Docosahexaenoic Acid, Folic Acid, Vitamin D and Iodine on Foetal and Infant Brain Development and Function Following Maternal Supplementation during Pregnancy and Lactation. Nutrients: 799-840.
  4. Imbard A., Benoist J.F., 20 13. Neural Tube Defects, Folic Acid and Methylation. Int. J. Environ. Res. Public Health. Vol 10; 4352-4389.
  5. www.pusat2.litbang.depkes.go.id/pusat2_v1/wp-content/uploads/2014/07/Laporan-Tahun-2016_edittri.pdf
  6. www.today.com/parents/baby-missing-part-brain

Tinggalkan Komentar

  • (tidak akan dipublikasikan)