CEGAH DEMAM BERDARAH DENGAN SUPLEMEN PENINGKAT SISTEM IMUN

8-Different-types-of-dengue-fever kecil

 

Demam berdarah adalah penyakit virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk yang telah menyebar dengan cepat di semua wilayah WHO dalam beberapa tahun terakhir. Demam berdarah ditularkan melalui nyamuk betina dari spesies Aedes aegypti dan dalam jumlah sedikit ditularkan melalui Ae. Albopictus. Demam berdarah tersebar luas di seluruh daerah tropis yang dipengaruhi oleh curah hujan, suhu, dan perpindahan penduduk yang  tidak terencana dan terjadi secara cepat.

Demam berdarah pertama kali ditemukan pada tahun 1950 selama epidemik demam berdarah di Filipina dan Thailand. Saat ini, demam berdarah mempengaruhi sebagian besar Negara Asia dan Amerika Latin dan menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya jumlah pasien rawat inap dan kematian pada anak-anak dan orang dewasa di wilayah tersebut.

Sebelum tahun 1970, hanya 9 negara yang mengalami epidemik demam berdarah. Penyakit ini kemudian menjadi endemik lebih dari 100 negara bagian WHO; Afrika, Amerika, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat merupakan negara bagian yang paling terkena dampak serius. Kasus-kasus di seluruh Amerika, Asia Tenggara, dan Pasifik Barat pada tahun 2008 melebihi 1,2 juta dan pada tahun 2016 melebihi 3,34 juta (berdasarkan data resmi yang diajukan oleh Negara-negara Anggota WHO). Baru-baru ini jumlah kasus yang dilaporkan masih terus meningkat. Pada tahun 2015, sebanyak 2,35 juta kasus demam berdarah dilaporkan hanya terjadi di negara Amerika saja, dimana sebanyak 10.200 kasus didiagnosis sebagai demam berdarah berat yang menyebabkan 1.181 kematian.

Indonesia dilaporkan sebagai negara kedua terbesar dengan kasus penyakit demam berdarah dari 30 negara endemik. Jumlah kasus demam berdarah paling banyak terjadi di provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Indonesia dengan jumlah penduduk sebanyak 25,75 juta penduduk dengan 17.500 pulau yang tersebar di sepanjang garis katulistiwa dan merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, terdiri dari 3,1 juta km2 lautan (62% dari total wilayah) dengan garis pantai 81.000 km dan sekitar 2 juta km2 tanah (38% dari total wilayah). Iklim tropis dan kelembaban relatif yang tinggi menjadikan Indonesia menguntungkan untuk penularan penyakit demam berdarah melalui vektor nyamuk. Meningkatnya pola infeksi demam berdarah di Indonesia selama beberapa dekade terakhir menempatkan Indonesia sebagai salah satu daerah endemik demam berdarah bagi para penduduk maupun wisatawan yang datang berkunjung ke Indonesia.

Penyebaran

_var_www_html_new_kbrid2018_layouts_uploads_thumb_Nyamuk Aedes aegypti pembawa virus Chikungunya - Foto dinkes-dot-tulungagung-dot-go-dot-id_810x450

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama dari penyebaran demam berdarah. Virus ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk betina yang terinfeksi. Setelah inkubasi virus selama 4-10 hari, nyamuk yang terinfeksi mampu menularkan virus selama sisa hidupnya.

Manusia yang terinfeksi yang bergejala atau tidak bergejala merupakan pembawa dan pengganda utama virus, yang berfungsi sebagai sumber virus bagi nyamuk yang tidak terinfeksi. Pasien yang sudah terinfeksi virus demam berdarah dapat menularkan infeksi (selama 4-5 hari; maksimum 12 hari) melalui nyamuk Aedes setelah gejala awal muncul.

Nyamuk Aedes aegypti hidup di habitat perkotaan dan berkembang biak sebagian besar dalam wadah buatan manusia. Berbeda dengan nyamuk lainnya, periode puncak  Ae. aegypti adalah pada pagi dan sore hari sebelum senja. Ae. aegypti betina menggigit banyak orang selama periode mengumpulkan makanan. Telur Aedes dapat tetap kering selama lebih dari setahun pada habitatnya dan menetas ketika berkontak dengan air.

Gejala Demam Berdarah

DengueSymptoms kecil

Demam berdarah adalah penyakit yang menyerupai flu, dan menyerang bayi, anak kecil, dan orang dewasa. Berikut adalah beberapa jenis demam berdarah:

  • Demam Berdarah Ringan

Demam berdarah harus dicurigai ketika terjadi demam tinggi (40°C / 104° F) disertai dengan 2 gejala berikut: sakit kepala parah, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan persediaan, mual, muntah, pembengkakan kelenjar atau ruam. Gejala biasanya berlangsung selama 2-7 hari, setelah masa inkubasi 4-10 hari setelah gigitan dari nyamuk yang terinfeksi.

  • Dengue Hemorrhagic Fever

Pada awalnya, gejala demam berdarah mungkin ringan, tetapi secara bertahap memburuk dalam beberapa hari. Seperti halnya gejala demam berdarah ringan, mungkin ada tanda-tanda perdarahan internal. Seseorang dengan dengue hemorrhagic fever mungkin mengalami: pendarahan dari mulut, gusi atau hidung, kulit lembab, kerusakan getah bening dan pembuluh darah; pendarahan internal yang dapat menyebabkan muntah dan atau feses berwarna hitam; jumlah trombosit yang lebih rendah dalam darah; perut sensitif; bintik-bintik darah kecil di bawah kulit; nadi lemah.

  • Dengue Shock Syndrome

Dengue Shock Syndrome (DSS) merupakan bentuk demam berdarah yang paling berat dan bersifat fatal. Terlepas dari gejala demam berdarah ringan, orang tersebut mungkin mengalami: sakit perut yang hebat; disorientasi; hipotensi mendadak, pendarahan berat; muntah; pembuluh darah bocor. Tanpa perawatan, hal ini dapat mengakibatkan kematian.

Pencegahan dan Kontrol

Saat ini, metode utama untuk mengendalikan atau mencegah penularan virus demam berdarah adalah dengan melawan vektor nyamuk melalui:

  • Mencegah nyamuk bertelur pada lingkungan yang sesuai;
  • Membuang limbah padat dengan baik dan menghilangkan habitat buatan manusia;
  • Menutup, mengosongkan, dan membersihkan wadah penyimpanan air setiap minggu;
  • Menggunakan insektisida dalam jumlah yang tepat untuk penyimpanan air di luar;
  • Menggunakan langkah-langkah perlindungan rumah tangga, seperti jendela kaca, memakai pakaian lengan panjang, obat nyamuk,dan  insektisida;
  • Meningkatkan partisipasi masyarakat untuk pengendalian vektor berkelanjutan;
  • Menggunakan insektisida sebagai penyemprot ruang selama wabah sebagai salah satu langkah pengendalian vektor;
  • Pemantauan aktif dan pengawasan vektor harus dilakukan untuk menentukan efektivitas intervensi kontrol.

Tidak ada pengobatan spesifik untuk demam berdarah. Terapi farmakologi didasarkan pada efek terapeutik seperti antipiretik misalnya, parasetamol, mencegah dehidrasi dengan memberikan banyak cairan dan mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak nutrisi dan menghindari penggunaan analgesik yang dapat meningkatkan risiko pendarahan seperti aspirin. Immunodulator dapat diberikan dalam pencegahan penyakit dan mempercepat proses penyembuhan.

Immunodulator bekerja dengan meningkatkan sistem imun pada tubuh, baik dengan meningkatkan  jumlah sel imun yang efektif dalam tubuh. Dua bahan yang terbukti sebagai bahan imunodulator adalah Echincea dan Black elderberry.

Echinacea atau cone flower adalah tanaman berbunga dari famili Asteraceae. Echinacea purpurea adalah salah satu spesies yang paling banyak digunakan untuk imunodulator. Berdasarkan penelitian oleh Manayi, et.al. mengatakan bahwa Echinacea purpurea memiliki efek imunodulator dengan meningkatkan aktivitas sistem kekebalan tubuh seperti neutrofil, makrofag, leukosit, polimorfonuklear (PMN) dan sel Natural Killer (NK). Ekstrak Black elderberry telah diteliti memiliki aktivitas imunodulator dengan meningkatkan produksi sitokin dalam tubuh. Di sisi lain, dari beberapa penelitian ekstrak ini memiliki kemampuan sebagai antivirus dengan menghambat replikasi virus.

IMUNVIT_PNG kecil

PT. SIMEX PHARMACEUTICAL INDONESIA sebagai salah satu perusahaan farmasi di Indonesia mempersembahkan produk IMUNVIT PLUS sebagai suplemen peningkat sistem imun yang mengandung kombinasi dari Echinacea purpurea dan ekstrak Black elderberry. Selain itu, IMUNVIT PLUS juga mengandung Zink picolinate dan selenium. Kedua mineral tersebut berfungsi untuk meningkatkan aktivitas imunodulator dari IMUNVIT PLUS sehingga produk ini dapat digunakan untuk mencegah timbulnya penyakit.

Terdapat dua jenis sediaan yang tersedia dari produk IMUNVIT PLUS: tablet dan sirup dengan rasa jambu yang cocok untuk anak-anak. IMUNVIT PLUS Syrup dapat menjadi solusi bagi pasien yang memiliki kesulitan menggunakan sediaan tablet.

Daftar Pustaka:

  1. www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue
  2. Haryanto B. 2018. Indonesia Dengue Fever: Status, Vulnerability, and Challenges. Current Topics in Tropical Emerging Diseases and Travel Medicine. dx.doi.org/10.5772/intechopen.82290
  3. www.medicalnewstoday.com/articles/179471.php
  4. www.cdc.gov/dengue/images/symptoms/DengueSymptoms.jpg
  5. www.cdc.gov/dengue/about/index.html
  6. Manayi A., Vazirian M., Seidnia S. 2015. Echinacea purpurea: Pharmacology, phytochemistry and analysis methods. Pharmacognosy Reviews. 2015; 9(17): 63-72
  7. The American Botanical Council. 2004. The ABC Clinical Guide to Elderberry. European Elder Berry Sambucus nigra: 1-4.
  8. Product Profile Imunvit Plus. 2018. Jakarta: PT. SIMEX PHARMACEUTICAL INDONESIA

Tinggalkan Komentar

  • (tidak akan dipublikasikan)